kasus JCO yang
mengandung minyak babi
NARASI
“Bermula siang tadi ketika perut
udah berasa sedikit lapar....
Diruang staf kerja ada
beginian.....
Dan dilihat masih utuh......
Lalu ane bawa lah buat di tawarin
ke teman-teman kerja......
Dan anehnya mereka bilang pada
kenyang...
Ane penasaran ada apa nih, dan
ternyata salah satu teman bilang,.... begini bilang
nya,...
“Kata tante saya yang non muslim
dan juga sebagai petinggi di perusahaan jco kamu mah jangan makan ini (sambil
menunjuk jco) karna ini mah buat yang non muslim aja”,
“Coba dech liat di bungkusan jco
engga ada label halalnya.......Dan jco memang mengandung minyak babi.......”
Astagfirullah............dimana
kah negara
Bahwa sebagaian rakyatnya tidak
dapat hak untuk mengetahui makanan halal dan haram
BERHENTILAH DARI SEKARANG MEMAKAN
JCO”.
PENJELASAN
Isu lama yang sudah diklarifikasi
tahun lalu: “Menanggapi hal ini Johnny Andrean selaku pendiri dan pemilik gerai
J.CO mengatakan bahwa pihak nya sedang mengurus proses sertifikasi halal dari
Majelis Ulama Indonesia. Sejauh ini, Johnny mengatakan bahwa baru gerai J.CO di
daerah Banten yang telah mengantongi sertifikat halal dari MUI.
“Diawal tahun ini kami sudah mendapat sertifikat halal terutama untuk
daerah Banten karena pengurusannya harus per daerah. Banten merupakan store
pertama kami sehingga sertifikasi halal kami mulai dari store ini,”ujar Johnny
pada temu media J.CO FunRun 2016 di Mall @Alam Sutera Tanggerang, Kamis
(12/5/2016)”.
REFERENSI
Minggu, 15 Mei 2016 | 18:32 WIB
J.CO Pastikan Bahan Baku dan
Kemasannya Halal
Sebagaian gerai donat milik
perusahaan salon, Johnny Andrean ini sudah mengantungi sertifikat halal dari
MUI.
Suara.com
– Sejak hadir di industri kuliner Tanah Air 10 tahun silam, J.CO berhasil mengambil
hati masyarakat Indonesia. Jumlah gerai yang menyajikan produk donat dalam
berbagai varian milik Johnny Andrean ini terus bertambah. Dan semuanya selalu
terlihat ramai.
Meski demikian, logo halal MUI belum terpampang nyata di kemasan J.CO.
Isu bahwa donat J.CO mengandung bahan non halal pun sempat berembus. Namun
nyatanya isu ini tak berhasil mengusik para penikmat J.CO untuk meninggalkan
donat lokal yang melegenda itu.
Johnny menyadari pentingnya mengantongi serifikasi halal pada produk kuliner
yang dimilikinya, mengingat Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk
muslim . Ia pun berani menjamin, meski belum seluruh gerai J.CO di Indonesia
mengantongi sertifikat halal, bahan baku dan kemasan yang digunakan pada produk
J.CO mendapat sertifikat halal. “Kita memberi jaminan bahwa seluruh bahan baku
dan kemasan yang digunakan mendapat sertifikat halal untuk menghormati
mayoritas penduduk Indonesia yang muslim. Bahkan ketika kita buka gerai di
Aceh, peminatnya sangat banyak karena mereka juga yakin bahwa kita jual produk
halal.” pungkasnya”.
3.2 Pokok Pikiran
Beberapa pokok pikiran yang bisa kita
ambil dari kasus diatas :
·
Apa yang menyebabkan
munculnya hatespeech tentang study kasus diatas?
-
Persaingan bisnis yang semakin mengakibatkan seseorang atau suatu instansi
melakukan kecurangan. biasanya jika salah satu usaha sedang ramai maka muncul
pihak pihak yang tidak menyukai hal tersebut sehingga melakukan berbagai cara
untuk mengganggu usaha tersebut. Baik dengan cara benar (mengadakan promosi dan
sebagainya) dan cara yang tidak benar (menyebarkan isu dan sebagainya). untuk
itu di perlukan respon dan klarifikasi secara cepat agar masalah tidak
berlarut-larut.
·
Siapa yang di rugikan
dalam kasus hate speech tentang kasus di atas?
-
Yang dirugikan pertama yaitu pemilik gerai J.CO tersebut.dikarenakan beberapa
pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga merugikan suatu pihak atau
instansi. dan yang di rugikan yang kedua adalah masyarakat dikarenakan ada isu
yang belum benar dan masyarakat yang mudah sekali percaya dengan info info di
internet, maka secara tidak langsung masyarakat pun ikut menjadi korban.
·
Dimana biasanya muncul
hatespeech semacam kasus diatas?
- Yang paling sering biasanya muncul
di jejaring sosial seperti facebook,instragram,whats up,dan sebagainya.
·
Kapan era hatespeech
mulai ramai dikhalayak publik?
- Berdasarkan data yang dihimpun We
Are Social, ada kenaikan pengguna internet di Indonesia selama setahun, mulai
Januari 2015 sampe Januari 2016, yakni sekitar 15 persen.
·
Mengapa masih banyak
masyarakat yang tertipu oleh kasus di atas?
- Pentingnya pendidikan dimana
dengan pendidikan kita bisa mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk.
penyebab banyaknya masyarakat yang tertipu itu dikarenakan kurang nya
pengetahuan dimasyarakat serta masih adanya adat budaya dari masyarakat
sehingga sedikit kata kata provokatif sehingga banyak orang yang terpicu dan
ikut-ikutan menyebar ujaran kebencian tanpa tau kebenaran nya.
·
Bagaimana solusi dari
kasus di atas?
- Berikan sosialisasi tentang adanya
ujaran kebencian, serta pentingnya mencari tahu informasi terlebih dahulu
sebelum ikut menyebarkan informasi tersebut. sehingga masyarakat bisa lebih
bijak dalam menggunakan internet.
- Berikan pendidikan/pengetahuan untuk
masyarakat, maka dengan diberikan nya pendidikan/pengetahuan masyarakat akan
lebih pandai untuk menilai berita yang bisa di percaya dan mana yang tidak.
- Berikan hukuman seberat-beratnya
bagi pelaku pembuat ujaran kebencian, sehingga tidak ada lagi pembuat ujaran
kebencian. karena sudah tahap menghawatirkan dimana keadaan masyarakat yang
masih dibilang terprovokasi,marah, dan sebagainya. hanya karena masalah sepele
dan biasanya masalah yang di sertai isu.